Puisi: MANUSIA PELIT PADA TUHAN
Jumat, 27 Desember 2013
Manusia Pelit Pada Tuhan
Sura merdu telah terdengar
dalam setip kuping manusia
kerinduan akan hadirnya cahaya
dengan khusu menghadap-Nya.
Setiap detik kita diawasi
lalu mengapa kita mengabaika-Nya?
betapa keliru, pikiran ini, sampai-sampai melupaka-Nya.
Keseharian kadang-kadang hanya materi
yang menjadi ingatan, mengapa dan mengapa
waktu itu tidak diberikan pada-Nya?
Teruslah merenung, betapa Tuhan
telah meninggihkan derajat manusia
bahkan pengabdinya yang setia, telah
memprotes Tuha-Nya.
TUHAN... untuk apa lagi Engkau
ciptakan mereka? mereka akan durhaka
pada-Mu, mereka akan lalai dengan perintah-Mu,
dengan penuh bijak Engkau menjawab !
Akulah yang Mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.
Langganan:
Postingan (Atom)
